Kamis, 13 Agustus 2015

Budaya_Upacara Tege Lesu Pepa Semba Tak Lekang Oleh Waktu

Upacara Tege Lesu Pepa Semba Tak Lekang Oleh Waktu
oleh Tommy Mbenu Nulangi

Setiap suku atau etnis pasti memiliki budaya, bahasa, adat serta uapacara adatnya sendiri. Begitupun dengan Etnis Lio yang memiliki upacara adat kebesarannya yakni Tege Tesu Pepa Semba atau upacara penobatan seorang Ria Bewa atau penguasa atas tanah warisan lise tana telu. Lise tana telu merupakan suatu wilayah kekuasaan yang luasannya mencakup 40 Desa yang ada didalam empat kecamatan yakni kecamatan Lio Timur, Kecamatan Wolowaru, Kecamatan Kota Baru dan Kecamatan Lepembusu Kelisoke. Lise tana telu sendiri dibagi menjadi tiga kekuasaan yang dikepalai oleh tiga ria bewa (penguasa) yang terdiri dari Ria Bewa pertama menguasai Lise Ngonderia (di Kecamatan Lio Timur), Ria Bewa kedua Lise Wolobora (Kecamatan Wolowaru) dan Ria Bewa ketiga Lise Kuru Lande (di Kecamatan Kota Baru).

Jalannya Upacara

Bagi masyarakat Lise Tana Telu, upacara adat Tege Lesu Pepa Semba merupakan upacara kebesaran dimana seorang penguasa atas tanah Lise dinobatkan. Sebelum melakukan upacara penobatkan tersebut, masyarakat Lise harus berkumpul bersama di Kampung Mulewatu untuk mengumpulkan bantuan berupa hewan ternak, beras untuk kelancaran kegiatan Tege Lesu Pepa Semba. Dalam kesempatan yang sama Mereka melakukan upacara pemukulan teo nggo wake wani (Gong dan Gendang) dimana gong harus didarai dengan dara anjing sedangkan gendang didarah anjing. Upacara pemukulan gong dan gendang merupakan pertanda dimulainya upacara seremonial pengukuhan Ria Bewa Lise Tana Telu Mulewatu dan dilanjutkan dengan membacakan mantra oleh Dosi Woda atau penguasa Ria Bewa mulewatu yang dihadiri oleh Dua Ria Bewa lainya.

Setah selesai membaca mantra, dilanjutkan dengan pengumuman kepada seluruh masyarakat Lise Tana Telu bahwa enam hari lagi akan dilakukan pengesahan Ria Bewa Mulewatu. Selama enam hari berturut-turut tersebut semua masyarakat melakukan tarian gawi rendu atau tarian kemenangan untuk menyambut hari pengukuhan seorang penguasa.

Sesampainya pada hari keenam, masyarakat berkumpul bersama pada pagi hari sebelum mata hari terbit. Mereka berkumpul dalam nuansa kebersamaan untuk menyaksikan upacara Tege Lesu Pepa Semba. Pagi itu, Calon Ria Bewa Mulewatu yang bernama Ignasius Dosi Woda berada dalam Sao Ria Tenda Bewa atau rumah besar Ria Bewa Lise Tana Telu Mulewatu bersama dengan Mosa Laki Puu Daniel Bheto Dedo dan Ria Bewa Wololele A Tani Wangge. Mereka berkumpul didalam rumah tersebut untuk mempersiapkan upacara penobatan tersebut.

Tepat matahari terbit, Calon Ria Bewa atau calon penguasa Ignasius keluar bersama Instrinya dan dua Ria Bwa lainya dari Sao Ria menuju ke Hangaria atau tempat penobatan diiringi dengan tarian Poto Wolo dan Boloko Haki atau tarian kemenangan perang dan ungkapan Sodha atau bahasa adat. Sesampai ditempat Hangaria, Ignasius memakai sendiri lesu dan selendang serta memakai londa yang terbuat dari Emas. Kemudian Istrinya mengenakan ome mbulu dan wea.

Setelah keduanya mengenakan semua atribut kebesaran tersebut, Ignasius pada hari ituu langsung dinobatkan menjadi Ria Bewa Lise Tana Telu Mulewatu. Acara dilanjutkan dengan Naunena atau pesan dari Ria Bewa yang baru saja di kukuhkan untuk masyarakat Lise Tana Telu Mulewatu. Setelah selesai Naunena, maka dilajutkan dengan Tasi Kamba Dari atau pemotongan kerbau di Tempat pengukuhan tersebut sebagai ucapan syukur atas upacara pengukuhan tersebut.

Dalam menyampaikan pesannya kepada masyarakat Lise Tana Telu Mulewatu Ignasius mengatakan, terima kasih atas dukungan semua masyarakat Lise Tana Telu Mulewatu atas dukungan sehingga dirinya dilantik menjadi seorang penguasa. Pengukuhan tersebut menurutnya, merupakan sebuah tanggung jawab besar yang harus diterima. " Di pundak ini saya harus bertanggung jawab atas semua permasalahan yang terjadi," ujarnya.

Pesan kedua yang disampaikan yakni, masyarakat Lise Tana Telu Mulewatu harus mempertahankan budaya yang diwariskan secara turun temurun. Mulai dari tenun asli Mulewatu sampai dengan upacara dan kebiasaan-kebiasaan yang telah diwariskan.

Menurutnya, jika ada permasalahan dalam kampung harus diselesaikan bersama dengan memcari solusi yang paling adil. Dia mengharapkan kepada masyarakatnya agar bekerja keras bukan untuk penguasa tapi untuk masyarakat sendiri dan jangan sampai terjadi permasalahan saling rebut lahan dan senantiasa menjaga kebersamaan. Namun, jika ada upacara kita harus tanggung jawab bersama.

Ketua Panitia Upacara Tege Lesu Pepa Semba Kornelis Wara mengatakan, 50 tahun lalu telah terjadi upacara yang sama. Sehingga perlu adanya suatu pergantian Ria Bewa yang baru. Namun 11 tahun posisi Ria Bewa harus dipegang oleh Mosalaki yang bernama Masi. Menurutnya, panitia berjalan dalam kegelapan karena peristiwa pengukuhan itu merupakan peristiea yang tidak dijadwalkan atau upacara rutinitas Lise Tana Telu. Namun karena bantuan, akhirnya mendapatkan petunjuk juga dalam menjalankan kegiatan tersebut.

Sejarah

Menurut Juru Bicara Ria Bewa Mulewatu Hermanus Watu, upacara tege lesu pepa semba (Pengukuhan) Ria Bewa Mulewatu merupakan peristiwa yang tidak dijadwalkan sebagaimana upacara-upacara lainya dalam kepercayaan lise. Sebab upacara pengukuhan tersebut terja apabila penguasa sebelumnya meninggal dunia. " Jadi meninggal dunia dulu baru dikukuhkan menjadi penguasa," ujarnya.

Ria Bewa Mulewatu sebelumnya ada delapan turunan. Ria Bwa Mulewatu yang menguasai Lise Tana Telu Mulewatu pertama adalah Dosi Woda, kedua Musa Dosi, ketiga Nggala Dosi, keempat Dawa Dosi, kelima Tani Nggala, Keenam Nggai Tani, ketujuh Stefanus Nggubhu Nggai, dan yang beru dikukuhkan Ignasius Tani Dosi Woda. Stefanus Nggubhu Nggai menguasai Lise Tana Telu Mulewatu dari tahun 1964. Sekitar 39 tahun Stefanus menguasai Lise Tana Telu Mulewatu. Selama 11 tahun Lise Tana Telu kehilangan Ria Bewa sejak Stefanus meninggal pada tahun 2003. " Jadi pada saat Ria Bewa Stefanus meninggal kami dibantu oleh Plt Mosa laki," ujarnya.

Melalui suatu permenungan yang panjang, dan suatu penglihatan serta petunjuk melalui sebuah mimpi, maka arwah nenek moyang Ria Bewa Mulewatu menunjuk Anak dari Ria Bewa Stefanus adalah Ignasius Tani Dasi Woda untuk mengantikan posisi ayahnya. Menurutnya, penetuan Ignaius menjadi Ria Bewa Lise Tana Telu Mulewatu melalui pertemuan bersama dengan dua Ria Bewa Lise Tana Telu lainya. " Mereka berkumpul sesuai dengan penglihatan dan petunjuk dari nenek moyang untuk mementukan Ria Bewa Ignasius," ujarnya.

Lanjutnya, selain melalui petunjuk mimpi kriteria seorang Ria Bwa dapat dilihat dari bagaimana kebijaksanaannya dalam kseharian, kemudian sikap dan perilaku bersama masyarakatnya. Sehingga ketika semua peryaratan tersebut dipenuhi barulah melakukan pengukuhan. " Jadi kriteria lainya

Dalam upacara tege lesu pepa semba semua keluarga lise harus datang bagi yang tidak berhalangan. Semua berkumpul bersama sekalipun orang yang sedang merantau. Bagi masyarakat lise yang menjadi sakral dari seorang Ria Bewa adalah ketika para penguasa ini menyelesaikan masalah. Jika permasalahannya yang sangat rumit sekali, maka akan diselesaikan oleh Ria Bewa. Jika masalahnya kecil maka nantinya akan diselesaikan oleh mosa laki.

Menurut Ria Bewa yang beru dilantik mengatakan, keputusan yang diambil bersifat mutlak sebab, keputusan tersebut disasarkan oleh pemikiran bersama tiga orang Ria Bewa. Dan keputusan tersebut harus dijalankan oleh masyarakat Lise Tana Telu. " Jadi keputusan yang kami buat itu bersifat mutlak, artinya wajib dijalankan oleh masyarakat yang berada di dalam wilayah kekuasaan Lise," ujarnya.

Apabila keputusan yang telah disepakati tersebut tidak dijalankan lanjutnya, maka akan diberikan sangsi kepada orang yang melanggar. Apabila setelah memberikan sangsi, orang tersebut masih melanggar terus maka akan dikeluarkan dari kampung atau wilayah kekuasaan Lise Tana Telu Mulewatu. " Jadi kalau sudah langgar berulang-ulang atau tidak mematuhi keputusan bersama maka kita akan keluarkan orang tersebut dari kampung wilayah kekuasaan Lise Tanah Telu," ujarnya. (tom)

Rekaman Proses Upacara Adat

Menampilkan IMG-20140726-02550.jpg
Tarian Gawi atau taria kemenangan atas penobatan Ria Bewa Lise Tana Telu Mulewatu.

Menampilkan gawi.jpg
Pemotongan kerbau untuk syukuran atas penobatan Ria Bewa Lise Tana Telu Mulewatu. 5) 

Menampilkan pengukuhan.jpg
Upacara pengukuhan Ria Bewa Lise Tana Telu Mulewatu

Menampilkan Lesu.jpg
Ria Bewa Lise Tana Mulewatu Ignasius diarahkan ke tempat penobatan.

Jumat, 26 Juni 2015

BERITA_Sambut HANI, Anak Motor Jogjakarta Gelar Aksi Sosial

Sambut HANI, Anak Motor Jogjakarta Gelar Aksi Sosial

Anak motor Jogjakarta pose bersama di Tugu Jogja
Anak motor Jogjakarta pose bersama di Tugu Jogja

Zonalinenews-Jogyakarta, Menyambut Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang jatuh pada tanggal 26 Juni 2015, Kelompok Anak Motor Jogjakarta menggelar aksi sosial di Kota Jogjakarta dengan tema “ Indonesia Darurat Narkoba, Saatnya Anak Motor Bicara”. Aksi sosial yang dilakukan oleh anak motor Jogjakarta ini sekaligus menepis image yang berkembang di masyarakat bahwa anak motor basis Narkotika. “ Jadi, menyambut HANI kita lakukan aksi sosial, karena memang selama ini image di masyarakat bahwa anak motor itu negative. Jadi kami itu dipikir basisnya peredaran minuman keras, narkoba. Nah disini, dengan komunitas yang baru kami ingin membuktikan bahwa kami tidak seperti itu,” ujar Ketua Panitia penyelenggara aksi sosial I Gusty Ngura Agung kepada Zonalinenesw.com di Tugu Jogjakarta, Jumad 25 Juni 2015. 

Dia mengatakan, anak motor Jogjakarta melakukan aksi simpatik ini bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi DIY dan Badan Narkotika nasional (BNN) Yogyakarta. Dalam aksinya, anak motor Jogjakarta melakukan roling di Kota Jogjakarta sekaligus membagikan brosur himbauan anti narkoba dari Dinas Sosial DIY dan BBN Yogyakarta. Selain membagi brosur, pihaknya juga memasang spanduk di beberapa titik di Kota Jogjakarta. “ Sebelum acara puncak ini, kemarin kami roling di beberapa titik di Kota Jogjakarta ini untuk membagikan brosur himbauan dari Dinas Sosial DIY dan BNN DIY, kami menjadi penggiat anti narkotika. Jadi kami kerja sama dengan pemerintah dan BNN Yogyakarta. Jadi kami mau tunjukan kepada masyarakat kami tidak melakukan hal-hal negative,” Ujarnya.

Pantauan Zonalinenews.com, puncak kegiatan sosial yang dilakukan oleh anak motor Jogjakarta adalah melakukan aksi simpatik di Tugu Jogjakarta. Mereka melakukan aksi simpatik dengan melakukan himbauan kepada masyarakat bahwa Indonesia saat ini darurat narkoba, sehingga semua elemen masyarakat harus peduli terhadap masalah narkoba. Aksi dilanjutkan dengan pembakaran lilin dan mengheningkan cipta.
Menurutnya, anak motor Jogjakarta sangat prihatin dengan kinerja pemerintah. Pemerintah terlalu belenggu dengan aturan sehingga pemerintah secara bebas menjangkau atau membongkar berbagai sindikat narkoba yang semakin merajalela. “ oleh karenannya, kami anak motor yang tidak terbelenggu dengan aturan, bebas menyuarakan dan memperjuangkan supaya Indonesia anti dengan narkoba. Tapi kami sadar bahwa kami bergerak tidak sendirian, kami menggandeng pemerintah,” ujarnya.

Dia menambahkan, anak motor Jogjakarta sangat pro dengan sikap pemerintah dibawah kepemimpinan Jokowi-Jusuf Kalla yang melakukan eksekusi mati terhadap para terpidana narkoba. Pasalnya, narkoba merupakan sebuah bentuk kejahatan yang sangat luar biasa yang membunuh kaum muda setiap waktunya. “ jadi kami sangat pro dengan kebijakan ini sehingga ada semacam efek jera terhadap orang yang mau menjerumuskan dirinya terhadap narkoba,’ Ujrnya. 

Dia menambahkan, tulisan dalam spanduk yang dipasang oleh anak motor Jogja sangat keras, bahwa eksekusi jangan dijadikan bahan kolusi. Sehingga pemerintah harus juga melakukan eksekusi terdap bandar narkoba. “ kami juga mendukung eksekusi jilid tiga, bahwa Bandar harus di eksekusi mati, jangan hanya kurirnya saja, tapi Bandar narkoba juga harus di eksekusi mati,” jelasnnya.
Salah seorang peserta anak motor Jogja yang diketahui bernama Andre mengatakan, sebagai anak muda harus ikut berpartisipasi dalam aksi social seperti ini. Dengan melakukan aksi social peduli terhadap narkoba, maka anak muda tealah berkontribusi bagi masyarakat, bangsa dan Negara. “ jangan kita menjadi pemicu persoalan di tengah masyarakat, kita harus turut terlibat dalam aksi-aksi seperti ini,” ujarnya. (Tommy Mnulangi)

Sabtu, 20 Juni 2015

Berita_KETUA KOMDA PEMUDA KATOLIK DIY DILANTIK

Ketua Umum Pemuda Katolik Indonesia Agustinus Tamong Mbapa sedang memberikan Panji Pemuda Katolik kepada Ketua Komda DIY Agustinus Yun Budiarta. Gambar di ambil, Minggu 7 Juni 2015
Ketua Umum Pemuda Katolik Indonesia Agustinus Tamong Mbapa sedang memberikan Panji Pemuda Katolik kepada Ketua Komda DIY Agustinus Yun Budiarta. Gambar di ambil, Minggu 7 Juni 2015
Zonalinenews-Yogyakarta, Ketua Komda  Pemuda Katolik Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) atas nama Agustinus Yun Budiarta resmi dilantik pada, Minggu 7 Juni 2015 di Margasiswa Perhimpunan Mahasiswa katolik Republik Indonesia (PMKRI) Yogjakarta. Agustinus Yun Budiarta dilantik menggantikan Ketua Komda Pemuda Katolik DIY Sebelumnya Ignasius Ganjar Tri Hantoro yang menjadi Komda Pemuda Katolik selama tiga priode berturut-turut. Agustinus Yun Budiarta sendiri akan memimpin sebagai Komda Pemuda Katolik untuk masa jabatan Periode 2015/2018.
Ketua Umum Pemuda Katolik Republik Indonesia Agustinus Tamong Mbapa dalam sambutannya mengatakan, saat ini pengurus pusat pemuda katolik sedang melakukan pembenahan internal organisasi. Sehingga dari pengurus pusat, sampai komda maupun cabang juga sedang melakukan pembenahan secara kedalam. “ Karena selama ini juga ada yang melanggar konstitusi misalnya kepengurusan yang telah melewati masa, bahkan ada yang memipin selama sepuluh tahun jadi pengurus komda atau cabang. Jadi harus segera dilakukan pembenahan. Karena pemuda katolik merupakan organisasi pengkaderan,” ujarnya.
Dia menambahkan, pemuda katolik bukan organisasi milik pribadi yang dalam perjalanannya dilakukan seenaknya oleh pengurus baik ditingkat komda maupun ditingkat komcab. Namun pemuda katolik merupakan organisasi milik publik indonesia, sehingga dalam penyelenggaraan harus berdasarkan regulasi yang telah dibuat bersama. “ jadi sekarang kita akan turun ke komda maupun cabang untuk melakukan pembenahan, dan ini salah satu langkah untuk melakukan konsolidasi,” ujarnya.
Dia mengatakan, pada saat bersamaan pemuda katolik telah melauncing websitenya, sehingga baik pengurus komda maupun pengurus cabang dapat mengakses semua materi ataupun informasi kekinian tentang pemuda katolik di website tersebut. Dijelaskan juga, pada bulan agustus nanti pemuda katolik akan melakukan konggres di Batam. Dalam konggres tersebut akan dibicarakan soal kebersamaan dan juga arah gerak dari pemuda katolik dimasa yang akan datang. “ Jadi kita akan segera melakukan konggres, sehingga saya harapkan pada konggres dibatam bulan agustus nanti harus datang semua setiap komda dan komca karena dalam forum tersebut kita akan membicarakan arah gerak dari organisasi ini kedepannya,” ujarnya.
Ketua Komda pemuda katolik Demisioner Ignasius Ganjar Tri Hantoro dalam kesempatan itu mengatakan, selama kepemimpinan dirinya kurang maksimal dalam menjalankan roda kepemimpinan. Hal itu disebabkan oleh kondisi DIY yang sangat menantang dan tertantang bagi para kadernya sehingga belum mampu mengalahkan serigala. “ jadi memaang kita belum maksimal menjalankan roda kepemimpinan. Tapi selama ini kita konsen di pembenahan organisasi saja,” jelasnya.
Ketua Pemuda Katolik yang baru dilantik Agustinus Yun Budiarta dalam kesempatan itu mengatakan, dirinya terplih melalui musyawara komda yang terjadi di gunung kidul pada bulan februari lalu. Dalam kepemimpinan dirinya mengharapkan agar semua cabang bersama anggotanya dapat aktif dalam menjalankan segala program dan kegiatan komda. “ Dengan keaktifan semua anggota maka kita dapat melakukan program dan kegiatan dan tetap mempertahankan eksistensinya pemuda katolik di seluruh antero jogja,” ujarnya.
Menurutnya, pemuda katolik merupakan organisasi pengkaderan, sehingga kaderisasi harus berjalan. Dalam waktu dekat, komda pemuda katolik melalui komcanya akan melakukan penerimaan anggota baru. Dengan adanya penerimaan anggota baru,dirinya mengharapkan kaderisasi dapat berjalan. “ Dalam waktu dekat kita akan lakukan penerimaan anggota baru. Ya minimal setiap cabang ada sekitar 20 orang calon anggota yang benar-benar siap menjadi anggota. Sehingga mereka itu nantinya dapat menjadi penerus organisasi ini,” ujarnya. (Tommy Mnulangi).

Opini_Puasa Sebagai Pemaknaan Utuh SikapToleransi

Puasa Sebagai Pemaknaan Utuh SikapToleransi
Oleh: Thomas Mbenu Nulangi
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Nenegri Yogyakarta
Marhaban Ya Ramadhan
Marhaban Ya Ramadhan
Zonalinenews, Saat ini umat muslim di seluruh dunia kembali memasuki bulan suci ramadhan. Bulan yang sangat dinanti-nantikan oleh umat muslim untuk memurnikan kembali dirinya dari salah dan dosa yang selama ini diperbuatnya. Dengan pemurnian diri tersebut umat muslim akan semakin yakin menjalankan kehidupannya sebagai seorang muslim baik atau sebagai seorang muslim yang taat kepada ajaran Allah. Tentu tidak mudah bagi umat muslim untuk memurnikan dirinya. Mereka dituntut untuk berpuasa selama sebulan penuh. Puasa yang dimksudkan adalah puasa untuk tidak makan dan tidak minum dari mulai matahari terbit sampai terbenam. Dan hari ini, kamis 18 Juni  merupakan awal dari umat muslim menjalankan ibadah puasa di tahun 2015.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) puasa adalah menghindari makan, minum, dan sebagainya dengan sengaja (terutama bertalian dengan urusan keagamaan) dan yang kedua merupkan salah satu rukun Islam berupa ibadah menahan diri atau berpantang makan, minum, dan segala yang membatalkannya mulai terbit fajar sampai terbenam matahari. Jadi umat muslim harus bisa menahan diri untuk tidak makan dan minum dari pagi sebelum matahari terbit sampai matahari terbenam. Jika umat muslim tidak mampu menahan lapar saat dipertengahan hari, misalnya pada siang hari maka yang bersangkutan tidak menjalankan rukun islam dengan sempurna.
Kalau di Indonesia umat muslim biasanya mulai makan pada pagi hari atau lebih dikenal dengan istilah sahur pada pukul 04.00 dini hari, dan kembali makan atau yang lebih dikenal dengan istilah berbuka puasa pada pukul 18.00 pada malam hari. Artinya umat muslim yang sedang menjalani ibadah puasa tidak diperbolehkan untuk makan dan minum pada siang hari selain dengan ketentuan batas waktu diatas. Jadi kalau makan atau minum satu kali diluar ketentuan jam diatas, maka yang bersangkutan batal berpuasa.
 Jika dihitung dari ketentuan dua jam diatas maka sekitar 14 jam umat muslim harus menahan untuk tidak makan dan tidak minum. Mereka diperbolehkan makan dan minum pada pukul 04.00 dini hari dan pada pukul 18.00 pada malam hari. Dengan memakan waktu yang cukup lama tersebut yakni sekitar 14 jam lamanya untuk tidak makan dan tidak minum merupakan suatu tantangan tersendiri bagi umat muslim dalam menjalankan puasa. Apalagi hal itu tidak didukung dengan sikap dan perilaku antar sesama umat beragama. Oleh karenannya, dibutuhkan sikap toleransi antar umat beragama. Sikap toleransi menuntut kita sebagai umat beragama non muslim untuk saling menghargai sesama umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Mereka umat muslim yang ada di sekitar kita harus dihargai agar mereka dapat menjalani ibadah puasa dengan sempurna.
Menurut Wikipedia Toleransi adalah istilah dalam konteks sosial, budaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. Contohnya adalah toleransi beragama, dimana penganut mayoritas dalam suatu masyarakat menghormati keberadaan agama atau kepercayaan lainnya yang berbeda. Itu artinya, kita sebagai umat beragama lainya yang non muslim di tuntut untuk menghargai dan mnghormati umat muslim yang sedang menjalani ibadah puasa.
Jika dalam menjalankan ibadah puasa umat muslim tidak diperkenankan untuk makan dan minum, maka implementasi dari sikap toleransi umat non muslim terhadap umat muslim yang sedang menjalani puasa adalah berusaha untuk tidak­­ makan atau minum didepan umat muslim yang sedang menjalani puasa. Apabila kita umat non muslim kemudian makan dan minum didepan umat muslim yang sedang menjalani puasa maka kita juga saling menghargai dan menghormati mereka yang sedang menjalani puasa. Jika hal ini terjadi maka kita tidak sedang menujukan sikap toleransi kita terhadap sesama umat muslim yang sedang menjalani puasa.
Begitupun sebaliknya, sikap toleransi tidak menghendaki hanya salah satu pihak saja yang mengimplementasikannya. Sikap toleransi menghendaki adannya dua pihak saling mengimplementasikan dalam ruang dan waktu yang sama. Oleh karenannya, sikap toleransi hendaknya juga ditunjukan oleh umat muslim yang sedang menjalani puasa, dimana sebagai seorang muslim, dia juga harus memahami lingkungan sekitarnya. Bahwa ada orang-orang tertentu yang saat masa puasa tidak dapat meenjalani ibadah puasa oleh karena beberapa alasan. Misalnya alasan kesehatan dengan saran dokter bahwa yang bersangkutan tidak boleh berpuasa, maka, harus dipahami oleh umat muslim yang sedang menjalani puasa. Jika dia dituntut berpuasa bersama dengan yang lain, maka kesehatannya akan terganggu dan bahkan menyebabkan kematian.
Jika sikap toleransi ini diimplementasikan oleh kedua bela pihak baik umat muslim maupun umat non muslim dalam bulan suci Ramadhan ini, maka kedua bela pihak tersebut telah memaknai secara utuh sikap toleransi yang sebenarnya. Sikap toleransi dimana kedua yang berbeda tapi tetap menjaga satu sama lain. Dengan memaknai sikap toleransi yang utuh maka, ibadah puasapun dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Jika ibadah puasa dijalankan tampa hambatan, maka umat muslim yang bersangkutan dapat menjalankan salah satu rukun islam yaitu puasa dengan sempurna.
Namun jika kedua belah pihak tersebut tidak mengimplementasikan sikap toleransi maka kedua bela pihak tersebut juga yang mencederai sikap toleransi. Mencederai sikap toleransi antar umat beragama akan berakibat fatal bagi umat muslim yang menjalankan puasa karena nantinya tidak sempurnah menjalankan ibadah puasannya. Bukan hanya tidak sempurna menjalani ibadah puasa, tapi biasannya akan terjadi konflik antar agama. Oleh karenannya, Sebagai warga Negara yang baik kita harus bersama-sama menunjukan sikap toleransi dibulan suci Ramadhan. Sebab dengan berpuasa maka kita akan menemukan pemaknaan secara utuh sikap toleransi yang selama ini kadang belum dimaknai secara baik. Selamat menjalankan Ramadhan… (*)

Selasa, 21 April 2015

BERITA_SMA di Kota Kalah Saing Dengan SMA Dari Kecamatan

SMA di Kota Kalah Saing Dengan SMA Dari Kecamatan

Sekolah Menengah Atas (SMA) yang selama ini melakukan aktifitas belajar mengajar di dalam Kota Ende dinilai kalah bersaing dengan SMA dari luar kota Ende atau yang berasal dari Kecamatan. Pasalnya, banyak sekolah yang ada di kota Ende yang tidak mencapai seratus persen, sedangkan sekolah yang berasal dari luar kota Ende justru banyak yang memperoleh seratus persen. Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Ende Drs. Haji Djafar Haji Achmad, MM saat membaca perolehan prosentase kelulusan Tingkat SMA/SMK/MA se Kabupaten Ende di Aulah Lantai II Kantor Bupati Ende, Selasa (20/5).

Dia menambahkan, padahal sekolah yang ada di Kota banyak akses pelajaran, namun kalah bersaing dengan sekolah yang bersala dari kecamatan. Sedangkan sekolah yang berasal dari kecamatan dengan keterbatasan akses pelajaran mampu mengalahkan sekolah yang ada di Kota Ende. " Ini sama dengan program dengan visi pembangunan dari paket Marsel-Djafar membangun dari desa dan kelurahan," ujarnya.

Berdasa informasi yang diperoleh saat pengumuman hasil perolehan kelulusan tingkat SMA/SMK/MA se kabupaten Ende di Aulah Lantai II Bupati, Selasa (20/4) Tingkat kelulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Kabupaten Ende tahun 2014 menurun jika dibandingkan dengan prosentasi kelulusan tahun lalu. Jika Tahun lalu prosentasi kelulusan tingkat SMK sebanyak 99 persen lebih, berbeda tahun ini yang hanya berada di angka 98,80 persen.

Sedangkan tingkat SMK ada dua SMK yang tidak mencapai 100 persen yakni SMK N 2 Ende memperoleh 96,96 persen karena 13 siswi tidak lulus UAN dan SMA K Yos Sudarso 98,53 persen karena 1 orang tidak lulus UAN. Sementara tingkat SMK yang memproleh 100 persen yakni SMK N 1 Ende, SMK N 3 Ende, SMK Yos Sudarso Ende, SMA K Muktiaca, SMK Pelayaran, SMK Tarabia Ende.


Sedangkan total presentasi kelulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) se Kabupaten Ende sebanyak 99,34 persen. Prosentasi kelulusan tahun ini naik dibandingkan dengan tahun lalu. Dari 23 SMA dan MAN yang ada di Kabupaten Ende sebanyak 6 sekolah harus tidak mencapai 100 persen. Sedangkan sisanya memperoleh tingkat kelulusan 100 persen.

Enam sekolah tersebut yakni SMA Negeri 1 Ende memperoleh 99,50 persen karena 2 orang siswa tidak tidak lulus ujian Ujian Akhir Nasional (UAN), SMA Negeri 2 Ende memperoleh 99,22 persen karena 2 orang siswa juga tidak lulus ujian UAN, SMA Negeri 1 Maurole memperoleh 98 persen karena 10 orang tidak lulus UAN, SMAK St. Petrus 97,33 persen karena 6 orang siswa tidak lulus UAN, SMA Taruna Vidia memperoleh 97,24 persen karena 4 orang tidak lulus UAN, SMA Karitas Watuneso memperoleh 92,59 persen karena 2 orang siswi tidak lulus UAN.

Sedangkan SMA yang memperoleh 100 persen yakni SMA N Nangapanda, SMA N 1 Wolowaru, SMA N 1 Detusoko, SMA N 1 Wolojita, SMAK Syuradikara, SMAK Ndao, SMA Muhammadya, SMA Mutmainah, SMA Alsiora, SMA Try Dharma, SMA Adiaksa, SMA Dharmabhakti Maurole, SMAK Karya, MAN Ende, MAS PP Walisongo, MAS Al Iklas Anaraja, dan MAS Al Mutaqhim Wolowaru.

Untuk Paket C jumlah prosentasi kelulusan sebanyak 82,47 persen, menurun dibandingkan dengan prosentase kelulusan tahun lalu yang sebesar 94,44 persen.

BUDAYA_Sambut HANI, Anak Motor Jogjakarta Gelar Aksi Sosial

Generasi Mudah Harus Jadi Mediator Budaya

Generasi muda diharapkan dapat menjadi mediator budaya antara budaya lokal dan budaya modern ditengah derasnya arus globalisasi dewasa ini. Dengan menjadi mediator budaya, generasi muda bangsa dapat mempertahaknan jati diri bangsa sehingga tidak tergerus oleh perkembangan globalisasi. Sebab saat ini malapetaka sedang menghampiri kaum mudah karena terbukanya informasi yang berlebihan yang sebetulnya tidak perlu untuk generasi mudah. Hal ini disampaikan oleh Prof. Stefanus Djawanai, MA dalam diskusi bersama dengan aktivis PMKRI dan HMI di Margasiswa PMKRI Jalan Wirajaya No 1 Ende, Sabtu (7/6).

Dia mengatakan, sebagai generasi muda bangsa, kaum mudah seharusnya dapat menerima budaya lokal dan budaya modern. Budaya lokal dan budaya modern harus dipadukan dengan pengetahuan tradisional masyarakat dan pengetahuan modern. Dengan perpaduan budaya dan pengetahuan maka generasi muda dapat membawa bangsa ini kearah yang lebih baik. " Menjadi mediator budaya, generasdi muda harus memahami budaya sendiri sebagai sebuah bekal dalam kehidupan karena esensi dari kebudayaan adalah membuat kehidupan kita lebih baik," ujarnya.

Saat ini lanjut Rektor Universitas Flores, kepedulian sosial generasi mudah mengalami kesulitan yang begitu besar. Padahal, pengetahuan dan informasih yang didapat semakin banyak yang dapat menambah pengetahuan. Namun kepedulian anak mudah terhadap situasi sosial rendah. Lanjutnya, kenapa kalau pesta misalkan sampai menyusahkan orang lain. " Saya minta polres jaga kalau pesta wisudah sampai jam 12 saja. Karena kalau sudah berada diatas jam 12 kita tidak menghargai lagi tetangga dan akan terjadi perkelahian antar sesama para pemuda," ujarnya.

Dia menambahkan, degradasinya kepekaan sosial generasi muda saat ini dipengaruhi oleh perkembangan paradigama. Menurutnya ada tiga hal yang harus ditekankan pada dunia pendidikan kita. Yang pertama adalah pelatihan, dengan pelatihan maka generasi mudah kita akan mendapatkan keterampilan. Kedua, adalah pengajaran, dengan pengajaran generasi muda akan memperoleh pengetahuan. Yang ketiga adalah pendidikan, dengan adanya pendidikan generasi muda kita mendapatkan kepribadian berdasarkan budaya kita.

Oleh karena telah terjadi degradasi moral maka harus adanya trobosan baru yaitu revolusi mental. Dimana revolusi mental tersebut dapat mengembalikan mental yang senantiasa menjaga kebudayaan.

Cara menjadi mediator budaya bagi generasi muda yakni harus tetap menjaga kebudayaan tradisional dan budaya modern. Artinya, bagaimana generasi mudah harus memberikan penghargaan kepada masyarakat atas apa yang telah diwariskan. Sehingga pada akhirnya nanti budaya tetap dipertahankan. " Penghargaa dapat berupa tindakan nyata bagaimana kita melestarikan budaya karena dengan budaya kita dapat mempertahakan jati diri bangsa,"' ujarnya.

Dalam berdemokrasi, peran kaum mudah sangat diperlukan. Dimana generasi mudah harus mampu menjadi katalisator demokrasi. Artinya, demokrasi menurut masyarakat yang saat ini kotor, peran kaum mudah harus dapat menampik. Generasi mudah harus memberikan pemahaman yang baik tentang demokrasi dalam masyarakat agar masyarakat dapat berpartisi pasi dalam pesta demokrasi. " Oleh karenanya penting kita belajar, dengan belajar kita akan menemukan dan memahami apa itu demokrasi sehingga kita dapat menularkan kepada masyarakat," ujarnya.

Ketua PMKRI Cabang Ende Adolfus Shagun mengatakan, sebagai generasi mudah, secara kelembagaan siap untuk menjadi mediator budaya. Sehingga dengan menjadi seorang mediator maka budaya senantiasa diwarisi sekalipun dunia semakin terbuka. (tom)

Keterangan; Rektor Universitas Prof. Stefanus Djawanai, MA sedang berdiskusi dengan para aktivis PMKRI cabang Ende. Gambar diambil, Sabtu (7/6).
Menampilkan IMG-20140607-01166.jpg

WISATA_Tangga Alam Warnai Keindahan Pantai Nanganesa

Tangga Alam Warnai Keindahan Pantai Nanganesa

Hari itu speda motorku mulai bergerak perlahan ke arah timur kota Ende untuk sejenak melepaskan penat dari pekerjaan dan ingin menjauhkan diri dari kebisingan kota. Entah kenapa saya lebih tertarik menuju ke sebuah pantai yang menawarkan keindahan tersendiri. Keindahan Pantai tersebut ditambah dengan bebukitan yang terjal, sehingga menambah keindahan pantai.

Pantai Nanganesa, begitu orang biasa menyebutnya merupakan salah satu pantai yang menawarkan keindahan tersendiri. Karena keindahan banyak warga yang berdatang termasuk saya.

Pantai Nanganesa berada dalam wilayah pemerintahan desa Wolotopo, kemacamat Ndona. Letaknya tidak jauh dari Kota Ende dan hanya membutuhkan jarak tempuh sekitar 3 Km. Karena letaknya tidak jauh dari Kota Ende maka setiap orang berdatangan ingin melihat keindahahannya.

Alangkah terkejutnya saya ketika menginjakakn kaki di Pantai Nanganesa. Ternyata sudah ada sekelompok orang yang lebih duluan mendatangi pantai Nanganesa. Jumlah mereka diperkirakan mencapai 20an orang. Ketika ditanya, ternyata mereka merayakan ulang tahun salah satu temanya. Diantara mereka ada yang sedang foto bersama, anda yang mandi dan berlarian sepanjang pantai.
Bagi yang tidak mempunyai sepeda motor dapat menggunakan jasa ojek sebagai tranportasi menuju ke desa tersebut. Tarifnya murah mulai Rp 5.000-Rp. 10.000. Atau dapat menyewa angkot dengan harga Rp. 20.000.

Tangga Alam

Pantai Nanganesa terkenal keindahan disebabkan oleh deretan bukit yang terjal. Karena terjalnya bukit tersebut terlihat sangat seram, apalagi berpergian sendirian. Bukit tersebut bernama Tangga Alam, biasa orang menyebutnya karena konon dulu memang ada tangga yang dipahat oleh nenek moyang dengan tujuan agar dapat menyebrangi bukit tersebut. Jika salah-salah maka kamu pasti akan jatuh ke dalam laut.

Tapi itu dulu, lain dulu lain sekarang. Anda tidak perlu kwatir, sekarang sudah mudah, karena telah membangun akses jalan untuk menuju obyek wisata tersebut. Namun tangga alam tersebut menyimpa sejuta keindahan. Dimana deretan tebing yang terjal seakan memacu adrenalin kita untuk melihatnya. " Jika pantai Nanganesa terkenal dengan keindahan pantai, maka yang menjadi sensai selain keindahan pantai yakni Tangga Alam. Tangga Alam merupakan sisi lain dari keindahan pantai Nanganesa karena ombak memukul bebatuan yang ada dibawah bukit Tangga Alam," ujar Kristo Apolonaris yang datang merayakan ulang tahun temanya Tinny Wade.

Pecahan ombak menurutnya, sangat indah dipandang mata. Memang ganas ombaknya, sehingga ketika pecah dibebatuan menawarkan keindahan tersendiri.

Berdasarkan informasi, tangga alam dulu pernah menjadi lokasi soting vidio clip lagu daerah dari para musisi lokal yang ada di kabupaten Ende. Dan saat ini obyek wisata ini dijadikan tempat untuk foto prawedding bagi pasangan yang ingin menikah. (tom)

Keterangan Gambar: 1) Pantai Nanganesa
Menampilkan IMG-20140614-01983.jpg, 2) Tangga Alam
Menampilkan IMG-20140614-01981.jpg